Jumat, 7 Agustus 2026
TASIKMALAYA, news.bellasalamfm.com (AKA) — Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Tasikmalaya menegaskan tetap menjalankan tugas-tugas krusial meski sedang berada di luar tahapan penyelenggaraan Pemilu maupun Pilkada.
Ketua KPU Kabupaten Tasikmalaya, Ami Imron Tamami, S.Pd., menyampaikan bahwa di luar masa tahapan utama, terdapat dua agenda rutin penting yang terus berjalan, yakni Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) dan Pendidikan Politik bagi pemilih pemula.
”Di luar tahapan ini memang tidak sesibuk saat tahapan berjalan, tetapi bukan berarti kita tidak bekerja. Ada pekerjaan rutinitas yang harus kita laksanakan,” ujar Ami saat ditemui di Kantor KPU Kabupaten Tasikmalaya, Jalan Raya Timur, Ruko Blok Singaparna No. 7-12, Desa Cipakat, Kecamatan Singaparna, Kamis (6/8/2026).
Mutakhirkan Data Pemilih secara Berkelanjutan
Terkait Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan, Ami menjelaskan pihaknya berkoordinasi secara intensif dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) serta lembaga terkait lain seperti TNI, Polri, BPS, dan BPJS. Langkah ini diambil guna menjaga akurasi dan kerahasiaan bank data pemilih.
Mengingat di luar tahapan pemilu pihak KPU tidak melakukan pencocokan dan penelitian (coklit) langsung ke rumah-rumah warga, Ami mengimbau masyarakat untuk aktif memberikan masukan.
”Kami memerlukan partisipasi dan kesadaran masyarakat. Bila ada anggota keluarga yang meninggal dunia atau ada pemilih baru di wilayahnya, silakan sampaikan tanggapan kepada kami agar keakuratan data semakin baik,” ungkapnya.
Proses rekapitulasi data pemilih ini dilakukan melalui rapat pleno terbuka setiap triwulan (tiga bulan sekali) yang melibatkan Bawaslu, Disdukcapil, serta instansi terkait lainnya. Sementara rekapitulasi di tingkat provinsi dan KPU RI dilakukan per semester.
Sasar Pelajar SLTP-SMA untuk Pemilu 2029
Selain pemutakhiran data, KPU Kabupaten Tasikmalaya juga masif menggelar pendidikan politik yang menyasar pemilih pemula. Menariknya, edukasi ini sudah mulai menyasar pelajar kelas 3 SLTP dan tingkat SMA yang diproyeksikan menjadi pemilih pemula pada Pemilu 2029 mendatang.
”Kami memfokuskan edukasi politik ke sekolah-sekolah, terutama siswa kelas 3 SLTP dan SMA. Harapannya, mereka lebih melek politik dan sadar untuk ikut terlibat aktif dalam kegiatan politik ke depan,” kata Ami.
Ami menambahkan, partisipasi masyarakat tidak hanya diukur dari kehadiran di TPS saat hari pemungutan suara, tetapi juga keterlibatan aktif dalam setiap alur proses demokrasi.
Di samping dua agenda utama tersebut, KPU Kabupaten Tasikmalaya memanfaatkan waktu di luar tahapan untuk melakukan evaluasi internal serta berdiskusi dengan KPU Provinsi dan KPU RI demi perbaikan kualitas penyelenggaraan pemilu mendatang.
News Bellasalam Faktual Dan Aktual
