OJK Ungkap 42 Persen Pengguna Pinjol Berprofesi Guru, Literasi Keuangan Diintensifkan

Sabtu, 22 Agustus 2026

TASIKMALAYA, news.bellasalamfm.com (AKA) —  Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Tasikmalaya menyoroti tingginya angka masyarakat berprofesi guru yang terjerat pinjaman online (pinjol). Berdasarkan data nasional OJK, kelompok profesi guru mendominasi pangsa peminjam pada layanan pembiayaan berbasis teknologi (peer-to-peer lending).

​Hal tersebut disampaikan oleh Kepala OJK Tasikmalaya, Nofa Hermawati, di sela-sela kegiatan Media Gathering OJK Tasikmalaya bersama insan pers Priangan Timur yang berlangsung di Kamandara Resto Caffee & Park, Mangkubumi, Kota Tasikmalaya, Jumat (21/8/2026).

​Nofa mengungkapkan, meski data spesifik untuk wilayah Priangan Timur belum terakumulasi secara terpisah, data tingkat nasional menunjukkan angka yang cukup signifikan.

​”Kalau secara spesifik di Priangan Timur kami belum dapat persentasenya. Namun secara nasional, dari total outstanding peminjam berbasis profesi, guru menyumbang angka tertinggi yaitu mencapai 42 persen,” ujar Nofa.

​Ia menambahkan, proporsi porsi peminjam dari kalangan guru ini jauh melampaui kelompok profesi lainnya. Profesi seperti pengemudi ojek online (ojol) hingga karyawan swasta atau pekerja kantoran masing-masing berada di bawah angka 10 persen.

​Melihat tingginya angka tersebut secara nasional, OJK menengarai kondisi serupa juga terjadi di tingkat daerah, termasuk wilayah Priangan Timur. Kemudahan akses teknologi dan proses pengajuan yang terbilang cepat ditengarai menjadi salah satu pemicu tingginya minat masyarakat memanfaatkan layanan pinjaman digital tersebut.

Gencarkan Edukasi dan Literasi Keuangan

​Menanggapi fenomena ini, OJK Tasikmalaya menjadikan kelompok pendidik sebagai salah satu fokus utama program literasi dan edukasi keuangan di wilayah kerjanya. Langkah ini dilakukan guna meningkatkan pemahaman para guru terkait risiko keuangan digital serta pentingnya membedakan antara kebutuhan dan kemampuan finansial.

​”Profesi guru menjadi salah satu sasaran utama kami untuk kegiatan literasi dan edukasi. Kemarin kami sudah menggelar edukasi bagi para guru di Kabupaten Ciamis, dan akhir bulan Agustus ini program serupa akan kami laksanakan bersama guru-guru di Kota Tasikmalaya,” jelasnya.

​Melalui edukasi yang masif, OJK berharap masyarakat, khususnya kalangan pendidik, dapat lebih bijak dan waspada dalam memanfaatkan produk pembiayaan digital agar tidak terjebak dalam persoalan kemacetan pembayaran di kemudian hari.

Cek Juga

Dorong Budaya Menabung Sejak Dini, OJK Tasikmalaya Ingatkan Pelajar Bahaya Judi Online

Kamis, 20 Agustus 2026 TASIKMALAYA, news.bellasalamfm.com (rls, AKA) – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Tasikmalaya mendorong …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *