Jumat, 26 Juni 2026
TASIKMALAYA, bellasalamfm.com (Aris,AKA) – Yayasan Nurul Yaqin menggelar rangkaian acara pelepasan dan kenaikan kelas siswa yang dipadukan dengan festival seni tradisional bertajuk “Gema Suara Karuhun”. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, mulai Senin (22/6/2026) hingga Rabu (24/6/2026) ini, dipusatkan di halaman Yayasan Nurul Yaqin, Kampung Ciakar, Desa Lewidulang, Kecamatan Sodonghilir, Kabupaten Tasikmalaya.
Yayasan yang bergerak di bidang pendidikan, sosial, dan keagamaan ini menaungi Raudhatul Athfal (RA) Nurul Yakin di bawah Kementerian Agama, pondok pesantren, Madrasah Ibtidaiyah (MI), serta SMP Islam Nurul Yaqin di bawah Dinas Pendidikan.
Ketua Panitai dan Juga Ketua Yayasan Nurul Yaqin, Dr. Irwan Muhammad Ridwan, M.Pd., menjelaskan bahwa festival budaya ini berhasil terlaksana berkat dukungan penuh dari Kementerian Kebudayaan RI melalui program Dana Indonesiana (LPDP) untuk hilirisasi budaya.
”Acara pelepasan siswa dilaksanakan pada Senin (22/6/2026). Kemudian dilanjutkan dengan Festival Seni Beluk dan kesenian tradisional lainnya pada 23-24 Juni 2026,” ujar Irwan yang juga merupakan dosen Universitas Siliwangi (Unsil) saat ditemui di sela-sela acara, Rabu (24/6/2026).
Selain seni Beluk yang menjadi panggung utama, festival ini juga menampilkan pencak silat, seni lais, hingga instrumen musik terbang gebes. Rangkaian acara ini turut melibatkan Prodi Pendidikan Seni Pertunjukan Unsil serta sanggar-sanggar lokal dari Desa Cikeusal, seperti Sanggar Candra Lijaya.
Sinergi Lintas Sektor dan Batas Wilayah
Karena lokasi acara berada di perbatasan wilayah, kegiatan ini berhasil mempertemukan unsur pemerintahan dan seniman dari dua kecamatan, yaitu Kecamatan Sodonghilir dan Kecamatan Tanjungjaya. Para tokoh utama dan pemain seni tradisional mayoritas didatangkan dari Kecamatan Tanjungjaya.
Hadir dalam acara tersebut Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tasikmalaya, jajaran Camat dari kedua kecamatan, serta perwakilan Kapolsek Sodonghilir dan Kapolsek Tanjungjaya.
Kepala SMP Islam Nurul Yaqin, Hari Zainul Fajar, S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang mendalam kepada pihak yayasan, kementerian, dan seluruh stakeholder yang telah mendukung penuh kelancaran acara ini.
Implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi
Dukungan teknis dan konseptual festival ini dirancang langsung oleh Jurusan Pendidikan Seni Pertunjukan Universitas Siliwangi. Perwakilan jurusan, Bagja Fitriana, M.Pd., mengungkapkan bahwa keterlibatan Unsil dalam acara ini merupakan bagian dari pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat yang menjadi kewajiban dosen dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi.
”Idenya dari Pak Irwan, kebetulan beliau dosen yang memiliki kecintaan besar pada kesenian dan lolos program Dana Indonesiana. Kami dari Pendidikan Seni Pertunjukan kemudian mendesain dan melaksanakan acaranya,” kata Bagja.
Bagja menambahkan, momen ini juga menjadi sarana promosi bagi jurusan baru Pendidikan Seni Pertunjukan Unsil yang tahun ini mulai membuka kuota untuk 30 mahasiswa baru melalui jalur seleksi mandiri. Hasil temuan seni lokal di lapangan ini nantinya akan dijadikan bahan pengajaran bagi mahasiswa.

Upaya Menjaga Warisan Budaya Takbenda (WBTB)
Apresiasi tinggi datang dari Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya melalui Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Asep Zaini Ansharullah, S.Pd. Menurutnya, kegiatan ini sejalan dengan program percepatan Bupati Tasikmalaya dalam menjaga kelestarian budaya Sunda yang mulai luntur.
Asep menjelaskan bahwa kesenian tradisional seperti terbang gebes dan seni beluk termasuk dalam kategori Warisan Budaya Takbenda (WBTB).
”Ini kegiatan yang sangat mendorong dan memberikan semangat kepada anak-anak muda untuk belajar seni buhun (kuno). Kami berharap seni seperti ini tidak hanya berhenti di sanggar, tetapi juga bisa masuk ke sekolah-sekolah agar generasi muda tidak pareumeun obor (kehilangan identitas/sejarah),” papar Asep.
Asep juga menyebutkan bahwa Kabupaten Tasikmalaya kaya akan seni tradisi unik yang tersebar di berbagai wilayah, seperti lodong gejlig di wilayah selatan, angklung buncis, angklung sered, hingga terbang sejak yang ada di Kampung Naga. Pihak dinas dan yayasan berharap agar pemerintah pusat melalui Kementerian Kebudayaan RI dapat memberikan stimulasi program ini secara berkelanjutan, sehingga kesenian tradisional yang belum terekspos dapat terus digali dan dijadikan pendongkrak sektor pariwisata di Kabupaten Tasikmalaya.
News Bellasalam Faktual Dan Aktual
