Sabtu, 13 Juni 2026
TASIKMALAYA, bellasalamfm.com (Aris,AKA) — Ratusan mahasiswa dari berbagai elemen bersama kelompok pelajar di Kota Tasikmalaya menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran pada Jumat, 12 Juni 2026. Massa turun ke jalan guna menyuarakan tuntutan rakyat kepada pemerintah pusat terkait kondisi ekonomi nasional.
Aksi yang dimulai usai ibadah salat Jumat tersebut diawali dengan mendatangi Depo Pertamina di Jalan Garuda, Kecamatan Tawang, Kota Tasikmalaya. Di lokasi ini, para demonstran secara bergantian menyampaikan orasi yang menyoroti kebijakan pemerintah pusat, khususnya mengenai kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi.
Setelah dari Depo Pertamina, massa bergerak menuju Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tasikmalaya di Jalan R.E. Martadinata. Situasi di depan gedung parlemen sempat memanas ketika terjadi aksi saling dorong antara massa aksi dengan petugas kepolisian. Ketegangan ini dipicu oleh upaya mahasiswa yang mencoba menerobos barikade pengamanan petugas demi bisa masuk ke area gedung.
Koordinator Lapangan (Korlap) aksi, Encep Gunawan Ridwan, menegaskan bahwa gerakan ini merupakan respons langsung terhadap sejumlah isu nasional yang dinilai memberatkan masyarakat bawah.
”Aksi kami merespons beberapa isu nasional seperti kenaikan harga BBM non-subsidi, fluktuasi nilai tukar dolar, serta sejumlah program nasional yang kami nilai belum relevan dengan kebutuhan riil masyarakat di daerah,” ujar Encep saat ditemui di sela-sela aksi.
Encep menambahkan, massa mendesak pemerintah daerah dan legislatif Kota Tasikmalaya untuk proaktif menyampaikan aspirasi ini ke tingkat pusat, agar ada perbaikan kebijakan yang lebih berpihak kepada rakyat.
Diterima Pimpinan Dewan, 8 Tuntutan Dibacakan
Setelah situasi mereda, perwakilan massa akhirnya diterima langsung oleh jajaran pimpinan DPRD Kota Tasikmalaya. Hadir di tengah-tengah massa Ketua DPRD Aslim, Wakil Ketua DPRD H. Wahid dan Hilman Wiranata, serta sejumlah anggota dewan lainnya.
Di hadapan massa, Wakil Ketua DPRD Kota Tasikmalaya, H. Wahid, membacakan delapan poin tuntutan yang dibawa oleh para mahasiswa.
Berikut 8 Tuntutan :
1. Mendesak Pemerintah Republik Indonesia dan Bank Indonesia untuk memperkuat koordinasi kebijakan fiskal dan moneter guna menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, mengendalikan inflasi, serta melindungi daya beli masyarakat dari tekanan ekonomi global.
2. Mendesak pemerintah untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar pelaksanaannya tepat sasaran, transparan, akuntabel, serta tidak membebani kondisi fiskal negara secara berlebihan.
3. Mendesak pemerintah untuk memprioritaskan penguatan sektor produktif nasional, khususnya pertanian, perikanan, industri pengolahan, dan UMKM sebagai fondasi ketahanan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja.
4. Mendesak pemerintah untuk menjamin tata kelola subsidi energi dan BBM yang transparan, tepat sasaran, serta berpihak kepada masyarakat kecil tanpa membuka ruang penyalahgunaan anggaran dan praktik rente ekonomi.
5. Mendesak pemerintah untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor komoditas dan memperkuat kemandirian ekonomi nasional melalui hilirisasi yang berkeadilan serta penguatan industri dalam negeri.
6. Mendesak pemerintah untuk meningkatkan efisiensi belanja negara dengan memangkas pemborosan anggaran, mengutamakan program yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan rakyat, dan memperkuat pengawasan terhadap penggunaan APBN.
7. Mendesak pemerintah untuk membuka ruang partisipasi publik yang lebih luas dalam penyusunan kebijakan ekonomi, sehingga setiap kebijakan yang lahir benar-benar berdasarkan kebutuhan masyarakat dan kajian akademik yang komprehensif.
8. Mendesak pemerintah untuk memperkuat pemberantasan korupsi serta menutup berbagai celah konflik kepentingan yang berpotensi merugikan keuangan negara dan menghambat pertumbuhan ekonomi nasional.
Menanggapi tuntutan tersebut, Ketua DPRD Kota Tasikmalaya, Aslim, memberikan komitmennya di hadapan massa aksi. Ia memastikan bahwa lembaga legislatif daerah tidak akan mendiamkan aspirasi ini.
”Seluruh aspirasi dan tuntutan yang disampaikan oleh rekan-rekan mahasiswa hari ini akan segera kami teruskan secara resmi kepada DPR RI. Ini adalah bentuk tindak lanjut dan tanggung jawab kami sebagai representasi lembaga legislatif di daerah,” tegas Aslim menyudahi pertemuan.
Usai mendengar komitmen dari pimpinan DPRD, massa aksi akhirnya membubarkan diri dengan tertib di bawah pengawalan ketat petugas pengamanan.
News Bellasalam Faktual Dan Aktual
