Senin, 10 Agustus 2026
CIAMIS, news.bellasalamfm.com (rls, AKA) – Angin segar berhembus kencang di bumi Panumbangan, Kabupaten Ciamis. Senyum semringah kini tak pernah lepas dari bibir para petani lokal yang merasakan langsung manisnya berkah dari program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kehadiran Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Dewi Maya Panumbangan sukses menjadi pahlawan ekonomi baru. Para petani kini tak perlu lagi pusing tujuh keliling memikirkan jalur distribusi atau merugi akibat terjerat harga murah dari para bandar.
Kini, seluruh hasil bumi terserap optimal langsung oleh pengelola dapur dengan penawaran harga yang jauh lebih kompetitif dan menguntungkan.
Pasar Jelas, Cuan Mengalir Deras
Joni Wiguna S.P., Pengurus Kelompok Tani Karya Mukti 1 Dusun Cimuncang, Desa Jayagiri, tak bisa menyembunyikan rasa syukur atas kemitraan strategis ini. Bagi para petani, kehadiran dapur SPPG Dewi Maya menjadi jawaban atas masalah klasik pemasaran yang selama ini menghantui.
”Kami sangat bersyukur hasil produksi diterima dengan harga bagus. Jadi, tidak perlu repot lagi mencari pasar,” ungkap Joni penuh antusias, Minggu (9/8/2026).
Alur distribusi pun kini jauh lebih efektif dan efisien. Komoditas seperti timun, misalnya, dipasok secara rutin setiap dua hari sekali. Sementara untuk jenis sayuran segar lainnya, pengiriman dilakukan dua kali seminggu—bahkan setiap hari menyesuaikan kebutuhan dapur.
Tak tanggung-tanggung, dalam sekali pemesanan, Dapur SPPG Dewi Maya menyerap tidak kurang dari 100 kilogram sayuran! Angka fantastis ini bahkan belum termasuk jaringan dapur SPPG lain di bawah naungan serupa yang turut memborong hasil bumi dari Panumbangan.
“Alhamdulillah, sejak ada program MBG ini, kesejahteraan kami sebagai petani di Panumbangan benar-benar meningkat drastis,” tambahnya penuh semangat.
Lonjakan Ekonomi Menyeluruh hingga Level Pedagang
Dampak positif program ini ternyata tidak hanya dirasakan oleh para petani di ladang, tetapi juga membawa angin segar bagi para pedagang lokal. Hj. Evi, salah seorang pedagang bahan pangan di Panumbangan, mengaku omzet usahanya melonjak pesat.
Meski standar kualitas dan kuantitas yang dipatok dapur cukup ketat, hal tersebut justru memicu peningkatan omzet yang signifikan karena bahan pangan dibeli dengan harga tinggi.
Ia lantas berpesan agar para petani lain tak menyia-nyiakan peluang emas ini dengan memperluas lahan tanam demi memenuhi tingginya permintaan pasar.
Dongkrak Ekonomi Kerakyatan & Serap Puluhan Tenaga Kerja
Kepala SPPG Dewi Maya Panumbangan, Femy Filia Irfany, S.H., menegaskan bahwa pihaknya memiliki komitmen kuat untuk selalu memprioritaskan hasil bumi dari petani lokal di sekitar wilayah operasional.
Langkah ini bukan sekadar mengejar standar gizi anak-anak, melainkan misi sosial untuk menggerakkan roda ekonomi kerakyatan.
”Kami selalu mengutamakan hasil produk masyarakat sekitar, terutama sayuran. Tujuannya agar keberadaan dapur ini berdampak nyata pada peningkatan kesejahteraan petani lokal,” tegas Femy.
Selain mendongkrak sektor pertanian, dapur ini juga menjelma menjadi pusat penciptaan lapangan kerja baru. Tercatat ada 47 warga sekitar yang diberdayakan sebagai relawan di dalam dapur.
Berdiri sejak tahun pertama peluncuran program nasional ini, SPPG Dewi Maya kini sukses melayani lebih dari 2.100 anak penerima manfaat. Dengan variasi menu harian yang selalu berganti, sinergi nyata antara pemerintah, pengelola, dan petani lokal ini sukses membuktikan terciptanya ketahanan pangan yang berkelanjutan di Panumbangan, Kabupaten Ciamis.
News Bellasalam Faktual Dan Aktual
