Sabtu, 1 Agustus 2026
TASIKMALAYA, news.bellasalamfm.com (AKA) — Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Tasikmalaya mencatat kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di wilayah Priangan Timur hingga Juni 2026 tetap terjaga stabil. Realisasi pengeluaran negara di wilayah tersebut tercatat mencapai Rp. 4,53 triliun atau 52,58 persen dari total pagu anggaran sebesar Rp. 8,61 triliun.
Kepala KPPN Tasikmalaya, Zaenal Abidin, S.E., M.AP., menyampaikan hal tersebut dalam konferensi pers Press Conference APBN Regional yang digelar secara daring bersama Kemenkeu Satu Priangan Timur dan BPKPD Kota Banjar pada Kamis (30/7/2026).
”Realisasi Belanja Pemerintah Pusat tercatat sebesar Rp. 1,12 triliun dengan komposisi terbesar berasal dari belanja pegawai, disusul belanja barang dan belanja modal,” ujar Zaenal dalam pemaparannya.
Meski belanja modal tumbuh signifikan, pihaknya menekankan perlunya percepatan pelaksanaan anggaran pada semester kedua karena penyerapan belanja barang dan modal masih di bawah target triwulanan.
Dari sisi pendapatan, penerimaan negara di Priangan Timur telah mencapai Rp. 622,84 miliar atau 40,48 persen dari target Rp. 1,54 triliun. Penerimaan terbesar disumbang oleh sektor perpajakan, sementara Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) terealisasi cukup tinggi hingga 73,87 persen dari target.
Penyaluran Transfer ke Daerah dan KUR
Sementara itu, penyaluran Transfer ke Daerah (TKD) hingga akhir Juni 2026 tercatat sebesar Rp. 3,41 triliun atau 55,67 persen dari pagu Rp. 6,13 triliun. Angka ini didukung oleh porsi Dana Bagi Hasil (DBH), Dana Alokasi Umum (DAU), Dana Alokasi Khusus (DAK) Nonfisik, serta Dana Desa. Dalam hal ini, Kabupaten Ciamis mencatatkan persentase penyaluran tertinggi, sedangkan Kabupaten Tasikmalaya menerima nominal terbesar.
Selain alokasi anggaran daerah, penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Priangan Timur tumbuh pesat. Hingga Juni 2026, akumulasi KUR yang tersalurkan mencapai Rp. 2,23 triliun kepada 39.841 debitur, atau naik 45,01 persen secara tahunan (ctoc). Sektor perdagangan besar dan eceran menjadi penerima porsi terbesar yakni Rp. 770,87 miliar (34,49 persen), dengan penyalur dominan berasal dari Bank Rakyat Indonesia (BRI) sebesar Rp. 1,62 triliun atau 72,57 persen.
Secara keseluruhan, Zaenal menilai kondisi fiskal regional Priangan Timur hingga pertengahan tahun 2026 berfungsi optimal sebagai instrumen penjaga stabilitas ekonomi.
”Tantangan ke depan adalah mempercepat penyerapan anggaran, meningkatkan kualitas belanja, serta memperkuat tata kelola keuangan agar target pelayanan masyarakat tercapai secara akuntabel,” pungkasnya.
News Bellasalam Faktual Dan Aktual
