Sabtu, 27 Juni 2026
TASIKMALAYA, bellasalamfm.com (Aris,AKA) — Pondok Pesantren Al-Munawwar Jarnauziyyah Pusat, Kampung Pasirbokor, Kelurahan Cipawitra, Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya, menggelar peringatan Haul Akbar Masyayikh Pasir Bokor 2026 sekaligus Hari Lahir (Harlah) pesantren yang ke-96 pada Sabtu (27/6/2026) atau 12 Muharram 1448 H. Momentum ini menjadi ajang refleksi sekaligus memperkuat konsolidasi antara dunia pesantren dengan pemerintah daerah.

Pimpinan Pondok Pesantren Al-Munawwar Jarnauziyyah Pusat yang juga Rektor Institut Nahdlatul Ulama (INU) Tasikmalaya, Dr. H. Pepep Puad Muslim, M.Si., menyampaikan apresiasinya atas perhatian dan respons positif yang diberikan pemerintah terhadap eksistensi pesantren. Menurutnya, hubungan emosional dan struktural antara pesantren Pasir Bokor dengan unsur pemerintahan sudah terjalin erat sejak lama.
”Alhamdulillah, respons dari pemerintahan terhadap pesantren sangat baik. Melalui acara haul ini, kita bisa melihat banyak alumni pesantren yang kini duduk di birokrasi dan pemerintahan,” ujar Pepep di sela-sela acara.
Pepep juga menyoroti kedekatan para tokoh daerah, salah satunya Ketua DPRD Kota Tasikmalaya, Aslim, dengan sosok almarhum pimpinan pesantren terdahulu. Ia menyebut kehadiran para pejabat publik di acara keagamaan seperti ini menjadi jembatan konsolidasi yang konkret.
”Almarhum merupakan pengurus Syuriyah PCNU selama dua periode hingga akhir hayatnya. Kami berharap generasi penerus dapat terus mendorong dan meneruskan perjuangan-perjuangan yang telah dilaksanakan,” tambahnya.
Berkah Hujan dan Dampak Ekonomi Daerah
Di tempat yang sama, Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Raden Diky Candra Negara, mengungkapkan rasa syukur dan takjubnya atas pelaksanaan haul tahun ini. Di tengah kondisi cuaca yang sedang musim kemarau, wilayah Pasir Bokor justru diguyur hujan saat acara berlangsung.
”Di sini ada hal yang ajaib, setiap ada haul atau acara selalu hujan, padahal kita sedang kemarau dan prediksi cuaca cukup ekstrem. Insyaallah ini membawa keberkahan,” kata Diky.
Lebih lanjut, Diky menilai Ponpes Al-Munawwar Jarnauziyyah memiliki pengaruh yang sangat luas (Tasik Raya), bahkan di luar daerah. Hal tersebut terlihat dari banyaknya jemaah dan alumni yang hadir dari berbagai wilayah, seperti Bandung hingga Ciamis. Pergerakan massa ini dinilai memberikan dampak domino yang positif bagi sektor ekonomi lokal.
”Kehadiran jemaah dari berbagai daerah ini pasti memberikan dampak positif untuk perputaran ekonomi di Kota Tasikmalaya, sekecil apa pun itu. Kami di pemerintahan berharap agenda-agenda seperti ini bisa terus berjalan dan kita bisa terus berkolaborasi,” ungkapnya.
Merawat Sejarah untuk Masa Depan
Menutup penyampaiannya, Wakil Wali Kota mengingatkan pentingnya bagi generasi muda untuk merawat sejarah dan kebudayaan yang diwariskan oleh para ulama. Mengabaikan sejarah, menurut Diky, hanya akan membuat sebuah generasi kehilangan arah dalam melangkah ke depan.
”Setiap generasi yang melupakan sejarahnya pasti akan tersesat dan kebingungan menentukan arah ke depan. Perlu sekali pengetahuan untuk menghormati dan menghargai sejarah, agar setiap langkah manusia bisa berjalan dengan lebih maju dan lebih baik,” tutur Diky.
Ia menganalogikan proses sejarah seperti perubahan beras menjadi nasi yang membutuhkan proses panjang, namun konsisten dijalani hingga mendatangkan manfaat besar bagi masyarakat luas.
News Bellasalam Faktual Dan Aktual
