Kamis, 1 Oktober 2026
TASIKMALAYA, news.bellaslamfm.com (AKA) – Panglawungan Ambu Midang Kota Tasikmalaya menggelar peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-4 di Wewengkon Ambu Midang, kompleks Gedung Kesenian Dadaha, Kota Tasikmalaya, Rabu (30/9/2026).
Mengusung tema “Ngaraketkeun Tali Paranti”, rangkaian kegiatan ini diisi dengan berbagai penampilan seni budaya Sunda, seperti pertunjukan Lisung Ronyok, Rampak Sekar, hingga simulasi tradisi adat Tujuh Bulanan yang menggambarkan fase kehidupan seorang ibu.

Ketua Panglawungan Ambu Midang Kota Tasikmalaya, Elis Darliani, S.Sn. (Aceuk Ijem), menyampaikan bahwa perayaan Milangkala ke-4 ini menjadi momentum penting untuk mempererat tali silaturahmi sekaligus merawat tradisi Sunda.
”Kegiatan ini bertujuan untuk mempererat silaturahmi, mempertahankan tradisi dan adat istiadat Sunda, serta melestarikan seni tradisional, khususnya seni budaya yang nyaris punah,” ujar Elis saat ditemui usai acara.
Elis menjelaskan, keberadaan Panglawungan Ambu Midang menjadi wadah bagi para anggota untuk menyalurkan gagasan kreatif yang selaras dengan peran dan keseharian mereka.
Saat ini, jumlah anggota komunitas yang seluruhnya terdiri dari kaum perempuan tersebut mencapai 1.625 orang. Filosofi keanggotaan perempuan ini diusung untuk menggambarkan sosok ibu sebagai fondasi kebudayaan yang tak terpisahkan.
”Dari total 1.625 anggota, sekitar 250 orang di antaranya sangat aktif dalam kegiatan harian. Kami menerapkan sistem piket giliran setiap hari di Saung Wewengkon, dibagi dua giliran dari pagi hingga sore,” jelas Elis.
Selama menjalankan piket, para anggota rutin memelihara area saung serta menggelar latihan dan sosialisasi kesenian tradisional, seperti Lisung Ronyok, Rampak Sekar, Tembang Sunda, hingga Topeng Aseupan.
Selain itu, Elis menegaskan bahwa sinergi antara Ambu Midang dan Pemerintah Kota Tasikmalaya terjalin sangat erat. Pihaknya kerap dilibatkan dalam berbagai agenda resmi pemerintah, khususnya untuk prosesi penyambutan tamu serta pertunjukan seni budaya.
”Harapan kami ke depan, Ambu Midang bisa semakin eksis, semakin mencintai seni tradisional Sunda, dan terus aktif ngamumule (memelihara) adat istiadat Sunda di tengah masyarakat,” pungkasnya.
News Bellasalam Faktual Dan Aktual
