Jumat, 18 September 2026
TASIKMALAYA, news.bellasalamfm.com (rls/AKA) — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Tasikmalaya bersama Pemerintah Kota Tasikmalaya resmi mencanangkan Gerakan Edukasi dan Keuangan Inklusif untuk Sekolah (GENIUS) di Aula Bapelitbangda Kota Tasikmalaya, Kamis (17/9/2026). Langkah ini dilakukan untuk memperkuat literasi dan inklusi keuangan di lingkungan sekolah sekaligus menandai dimulainya Bulan Inklusi Keuangan (BIK) 2026.
Kegiatan tersebut dihadiri 200 peserta dari kalangan kepala sekolah serta tenaga pendidik jenjang SD/MI hingga SMA/SMK/MA sederajat se-Kota Tasikmalaya. Turut hadir Kegiatan tersebut Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan, Analis Pendidikan Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Wilayah XII Rachmat Agus Sandi, Bagian Kepegawaian Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaka Cecep, Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), bank bjb, PT Pegadaian, serta pemangku kepentingan terkait.
Pencanangan GENIUS didasari masih tingginya kesenjangan antara tingkat pemahaman dan akses keuangan masyarakat. Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026, indeks literasi keuangan nasional berada di angka 69,57 persen, sementara indeks inklusi mencapai 93,61 persen. Pada kelompok pelajar dan mahasiswa, literasi keuangan tercatat sebesar 62,72 persen dengan tingkat inklusi mencapai 92,76 persen.
Kepala OJK Tasikmalaya, Nofa Hermawati, menekankan pentingnya peran guru sebagai fondasi edukasi keuangan sebelum diteruskan kepada para siswa.
“GENIUS bukan sekadar mengajarkan anak tentang uang, tetapi mempersiapkan mereka agar mampu mengambil keputusan keuangan yang benar untuk masa depannya. Ketika guru memiliki kecakapan keuangan dan mampu menjadi teladan, pengetahuan tersebut dapat diteruskan kepada ratusan bahkan ribuan anak,” ujar Nofa dalam sambutannya, Kamis (17/9/2026).
Materi Edukasi dan Target Program
Hingga 2026, pelaksanaan program GENIUS di wilayah kerja OJK Tasikmalaya diklaim telah menjangkau lebih dari 13 ribu pelajar di minimal 36 sekolah Priangan Timur, termasuk Sekolah Luar Biasa (SLB) dan Sekolah Rakyat.
Melalui program ini, para peserta dibekali serangkaian materi pengelolaan keuangan, antara lain:
- Budaya menabung dan pengenalan produk jasa keuangan formal.
- Kewaspadaan terhadap pinjaman online (pinjol) ilegal.
- Pencegahan penipuan keuangan digital dan judi online.
Guna memastikan keberlanjutan program, OJK Tasikmalaya juga mendorong pembentukan Duta Literasi Keuangan atau Guru Penggerak Literasi Keuangan di tiap sekolah.
Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan, menyambut positif kolaborasi ini. Ia menilai akses keuangan yang kian mudah bagi generasi muda harus diimbangi dengan kehati-hatian.
“Tugas kita bukan hanya membuka akses, tetapi memastikan mereka memiliki pengetahuan, kehati-hatian, dan kemampuan mengambil keputusan keuangan yang benar,” kata Viman.
Melalui momentum BIK 2026, OJK mendorong industri jasa keuangan untuk terus memperluas akses produk formal yang legal dan aman, serta memperkuat sinergi lintas instansi agar program GENIUS berjalan secara berkelanjutan.
News Bellasalam Faktual Dan Aktual
