Minggu, 21 Juni 2026
TASIKMALAYA, bellasalamfm.com (Aris,AKA) — Pemerintah Daerah se-Priangan Timur bersama Badan Pusat Statistik (BPS) Republik Indonesia resmi mencanangkan komitmen bersama untuk menyukseskan Sensus Ekonomi (SE) 2026. Acara sosialisasi dan pencanangan ini digelar di Aula Kantor Bappelitbangda Pemerintah Kota Tasikmalaya, Sabtu (20/6/2026).
Agenda strategis ini dihadiri langsung oleh Kepala BPS RI Amalia Adininggar Widyasanti, Anggota Komisi X DPR RI Ferdiansyah, Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan, Bupati Tasikmalaya, Wakil Wali Kota Banjar, perwakilan Bank Indonesia, OJK, PT Pos Indonesia, serta jajaran Forkopimda dan pelaku usaha se-Priangan Timur.
Kolaborasi Lintas Sektor dan Strategi “TIR”
Kepala BPS RI, Amalia Adininggar Widyasanti, mengapresiasi kolaborasi luar biasa antara pemerintah pusat, daerah, legislatif, hingga dunia usaha dalam mendukung SE 2026. Sebagai langkah nyata, seluruh Bupati dan Wali Kota di Priangan Timur telah menerbitkan surat edaran agar masyarakat mendukung penuh pendataan ini.
”Kami ingin mengajak seluruh komponen masyarakat untuk bersama-sama mensukseskan Sensus Ekonomi 2026 melalui gerakan TIR: Terima petugas sensus, Isi data dengan benar, dan Rahasia data pasti terjaga,” ujar Amalia saat diwawancarai usai acara.
Amalia menekankan dua instruksi utama bagi para petugas di lapangan, yaitu memastikan tidak ada pelaku usaha yang terlewat dan data yang dikumpulkan harus akurat. Terkait tantangan wilayah geografis yang sulit atau terpencil (3T), BPS menerapkan strategi khusus dengan merekrut petugas lokal yang tinggal di daerah tersebut.
”Petugas kami rekrut dari warga lokal agar lebih memahami kondisi wilayah dan efisien secara operasional. Selain itu, untuk menangkap fenomena digital seperti content creator atau perdagangan online yang tidak terlihat fisiknya, petugas akan melakukan pendataan langsung ke tingkat rumah tangga,” tambahnya.
Dukungan Legislatif untuk Wilayah Terpencil
Anggota Komisi X DPR RI, Ferdiansyah, menyampaikan apresiasinya terhadap kinerja BPS. Terkait tantangan pendataan di wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T), ia menegaskan dukungan legislatif jika BPS memerlukan fleksibilitas waktu.
”Kami mendukung pemberian tambahan waktu bagi BPS jika diperlukan, agar pendataan bisa menjangkau seluruh warga negara yang melakukan aktivitas ekonomi di wilayah 3T,” kata Ferdiansyah.
Ia juga menjelaskan bahwa pemilihan Priangan Timur, khususnya Kota Tasikmalaya sebagai pusat kegiatan, sangat strategis mengingat kontribusi besar Jawa Barat yang menyumbang sekitar 48% industri nasional dan menjadi rumah bagi 18,9% total penduduk Indonesia. Ferdiansyah pun mengimbau masyarakat untuk jujur dalam memberikan data. “Kejujuran pelaku ekonomi sangat penting karena mereka yang paling tahu detail usahanya, termasuk jika ada diversifikasi usaha baru.”
Tasikmalaya Bidik Episentrum Ekonomi Baru
Sementara itu, Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan, menyambut baik dipilihnya Kota Tasikmalaya sebagai pusat pencanangan SE 2026 Priangan Timur. Viman bersyukur atas pertumbuhan ekonomi Kota Tasikmalaya yang melaju positif di kisaran hampir 7%, menempatkannya di posisi kedua tertinggi di Priangan Timur.
”Pemerintah daerah mendukung penuh. Melalui Sensus Ekonomi ini, kami akan mendapatkan data konkret untuk menjalankan program prioritas pusat maupun daerah, terutama dalam pengentasan kemiskinan dan mewujudkan kemandirian ekonomi keluarga,” tutur Viman.
Viman juga berterima kasih atas dorongan dari DPR RI yang terus memotivasi Kota Tasikmalaya menjadi episentrum ekonomi di Priangan Timur, termasuk adanya wacana pengembangan kawasan ekonomi khusus berbasis pengelolaan sampah (waste to product). Ia pun kembali mengajak warganya memanfaatkan momentum pendataan yang berlangsung dari Mei hingga Agustus 2026 ini dengan menerapkan prinsip TIR.
News Bellasalam Faktual Dan Aktual
